Pemerintah menerbitkan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek PP 55/2018 terkait pengembangan angkutan barang berbasis rel. Hal itu menyusul rencana untuk mengintegrasikan angkutan barang moda darat, truk, dengan kereta api barang.
Dengan diterbitkannya RITJ tersebut, pemerintah merasa perlu mengembangkan transportasi barang berbasis rel. Apalagi, hampir sebagian besar kondisi jalanan di Jabodetabek semakin mengalami kemacetan akibat banyaknya angkutan barang yang melintas sehingga hal itu akan berdampak pada biaya logistik.

Menurut Kyatmaja selaku CEO Lookman Djaja, pengangkutan dengan rel kereta karena berbasis hub to hub akan lebih efektif dibandingkan truk spoke to spoke kongestinya luar biasa, tidak efisien dan berbiaya tinggi.
Di Korea biaya logistiknya 10 persen, Eropa Belanda 5%. Sedangkan kita sekitar 24 %. Ketika transportasi masal atau hub-hub logistik ini berkembang, jalan jadi lebih lancar, ongkos jadi lebih baik dan biaya logistik juga turun. RITJ dari pemerintah ini diharapkan akan semakin mengembangkan perindustrian di daerah Jabodetabek kedepannya.
Sementara itu, untuk sektor pergudangan sendiri, konektivitas dan akses dengan transportasi udara dianggap paling penting. Dengan keseriusan pemerintah terhadap akses logististik dan pemilihan lokasi gudang yang tepat oleh pelaku usaha, diharapkan pertumbuhan ekonomi industri meningkat terutama di Jabodetabek.

Segera kunjungi Marketing Gallery Duta Indah Sentoha di Moh. Toha, Tangerang yang merupakan sebuah Kawasan Bisnis dan Industri Terbesar di Tangerang dan dapatkan promo menarik dari Duta Indah Sentoha setiap pembelian Ruko dan Gudang Multiguna!

INFO: Untuk info lebih lanjut mengenai Duta Indah Sentoha, anda bisa menghubungi marketing di (021) 593-00-999.

By | 2018-10-31T14:11:52+00:00 October 31st, 2018|Marketing, News, Promotion|